Crazy Rich Asians - Kaya Tujuh Turunan by Kevin Kwan

  • Judul : Crazy Rich Asians - Kaya Tujuh Turunan
  • Pengarang : Kevin Kwan
  • Penerjemah : Cindy Kristanto
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Terbit : 2016
  • Harga : Rp. 105.000,-
  • Tebal : 480 halaman
  • Ukuran : 15 x 23 cm
  • Cover : Softcover
  • ISBN : 978-602-03-1443-3
  • Rating : 4 / 5

“Ah ya, aku dengar orang-orang Cina itu memang menjadi kaya sekali belakangan ini. Malah aku membaca bahwa sekarang ada lebih banyak miliuner di Asia ketimbang di seluruh Eropa. Siapa sangka?” (hal. 48)

Blurb

Ketika Rachel Chu, dosen ekonomi keturunan Cina, setuju untuk pergi ke Singapura bersama kekasihnya, Nick, ia membayangkan rumah sederhana, jalan-jalan keliling pulau, dan menghabiskan waktu bersama pria yang mungkin akan menikah dengannya itu. Ia tidak tahu bahwa rumah keluarga Nick bagai istana, bahwa ia akan lebih sering naik pesawat pribadi daripada mobil, dan dengan pria incaran se-Asia dalam pelukannya, Rachel seperti dimusuhi semua wanita.
Di dunia yang kemewahannya tak pernah terbayangkan oleh Rachel itu, ia bertemu Astrid, si It Girl Singapura; Eddie, yang keluarganya jadi penghuni tetap majalah-majalah sosialita Hong Kong; dan Eleanor, ibu Nick, yang punya pendapat sangat kuat tentang siapa yang boleh—dan tidak boleh—dinikahi putranya.
Dengan latar berbagai tempat paling eksklusif di Timur Jauh—dari penthouse-penthouse mewah Shanghai hingga pulau-pulau pribadi di Laut Cina Selatan—Crazy Rich Asians bercerita tentang kalangan jet set Asia, dengan sempurna menggambarkan friksi antara golongan Orang Kaya Lama dan Orang Kaya Baru, serta antara Cina Perantauan dan Cina Daratan.

“Ya, tapi aku kira-kira bisa mengerti mengapa mereka menerapkan aturan-aturan ini, Bibi Elle. Kau harus lihat turis-turis Asia membeli semua barang mahal, bukan hanya di Louis Vuitton. Mereka ada di mana-mana, membeli segala sesuatu yang terlihat. Jika ada barang bermerek, mereka menginginkannya. Benar-benar gila. Dan kau tahu sebagian dari mereka hanya membawanya pulang kemudian menjualnya lagi agar dapat untung.” (hal. 63)

Review

Rachel Chu merasa kaget ketika ia di ajak oleh kekasihnya, Nicholas Young untuk pergi berlibur ke Singapura. Alasan utama Nick mengajak Rachel adalah untuk menghadiri pernikahan teman terdekatnya, yaitu Colin Khoo. Selain itu, Nick juga berencana untuk memperkenalkan Rachel kepada keluarga besarnya, karena selama ini Rachel tidak pernah mengenal keluarga Nick selama dua tahun mereka berpacaran. Awalnya Rachel menolak untuk pergi berlibur ke Singapura karena ia masih memiliki tugas pekerjaannya sebagai dosen ekonomi, tapi karena bujukan yang kuat dari Nick pada akhirnya Rachel menyetujui perjalanan tersebut. Rachel juga sangat penasaran untuk mengenal lebih jauh keluarga Nick karena selama ini ia hanya mengenal sepupu Nick saja, yaitu Astrid Leong.
Sesampainya di Singapura, Rachel merasa khawatir dengan pengeluaran yang di tanggung oleh Nick. Kekhawatiran Rachel mulai timbul ketika ia pergi ke Singapura dengan menggunakan pesawat terbang kelas satu di tambah lagi dengan ia menginap di sebuah hotel berbintang lima yang sangat mewah. Rachel juga akhirnya mengetahui bahwa Nick selama ini adalah anak dari sebuah keluarga yang sangat kaya raya di Singapura. Fakta itu di dapat oleh Rachel ketika ia di minta oleh Nick untuk datang ke pesta besar di rumah nenek Nick. Untuk pertama kalinya Rachel melihat rumah nenek Nick yang sangat besar dan mewah, Rachel mulai sadar bahwa selama ini ia tidak mengenal sama sekali siapa sesungguhnya kekasihnya itu.
Setelah melewati malam pesta yang di adakan di rumah nenek Nick, Rachel mulai memasuki kehidupan yang benar-benar baru baginya di kalangan para jet set Asia yang sangat mewah. Di mulai dari pesta para gadis yang di selenggarakan oleh Araminta Lee sebelum pesta pernikahannya dengan Colin Khoo di sebuah pulau pribadi hingga pesta-pesta lainnya menjelang pesta pernikahan terbesar dan termewah di Asia tersebut. Dari semua pesta-pesta yang di datangi oleh Rachel, ia mengetahui satu hal bahwa status kekayaan adalah merupakan hal terpenting bagi para kaum jet set Asia ini. Rachel juga terkejut karena secara tidak langsung ia mengetahui rahasia terbesar di dalam hidupnya selama ini yang di sampaikan oleh keluarga Nick.

“Tidak ada yang aneh dengan itu. Semua orang di sini suka pusat jajanan. Ingat, ini Asia, dan kesan pertama bisa mengecoh.Kau tahu sebagian besar orang Asia menyembunyikan uang mereka. Yang kaya bahkan lebih ekstrem. Banyak dari orang-orang terkaya di sini berusaha untuk tidak mencolok, dan seringnya, kau tidak akan pernah tahu kau berdiri di sebelah miliarder.” (hal. 146)

Dari hari ke hari, hasil cover novel terjemahan yang di terbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama semakin bagus dan menarik. Salah satunya adalah cover Crazy Rich Asians ini yang merupakan hasil karya Martin Dima. Saya selalu terkesan dengan dengan cover-cover novel terjemahan karya Martin Dima yang menurut saya selalu sederhana, tapi sangat menggambarkan isi ceritanya. Seperti cover Crazy Rich Asians ini yang di mana terdapat seorang gadis berpenampilan modis dengan kalung dan anting mutiaranya yang menggambarkan status sosialnya , di tambah lagi dengan warna merah terang yang sangat terasa pas untuk menyempurnakan cover novel ini.
Mengangkat tema kaum jet set Asia yang ada di Singapura, Kevin Kwan sukses menceritakannya secara ringan dan menghibur. Tidak hanya menyorot berbagai macam jenis kehidupan dan barang-barang mewah, tapi sang penulis juga mengajak para pembaca untuk ikut berpetualang mengelilingi Singapura. Selain itu terdapat juga unsur budaya yang sangat kuat seperti makanan-makanan tradisional, perayaan-perayaan dan kebiasaan-kebiasaan orang Singapura terutama keturunan Cina Perantauan. Sebenarnya cerita yang terdapat di novel ini bisa di bilang sangat biasa, yaitu kisah cinta si kaya dan si miskin, akan tetapi dengan adanya latar belakang kaum jet set-lah yang membuat unik ceritanya.
Saya sangat salut dan mengacungkan jempol untuk Kevin Kwan karena berhasil menggambarkan begitu banyak tokoh dengan sifat dan karakteristik yang kuat serta berbeda-beda. Ketika di awal membaca membaca novel ini saja, saya sudah di suguhi dengan pohon keluarga yang panjang dan rumit. Saya juga selalu membuka kembali halaman pohon keluarga ketika menemukan tokoh-tokoh baru untuk mengingatkan saya kembali. Tokoh yang sangat saya sukai di dalam novel ini adalah Astrid Leong yang di gambarkan sebagai wanita elegan dan punya selera yang tinggi , tapi tidak ada sifat ingin pamer seperti keluarganya yang lain. Tokoh Edison Cheng juga cukup membuat saya tertawa dengan kesombongannya dan sifat mengatur keluarganya yang sangat berlebihan.
Sudut pandang yang di gunakan adalah sudut pandang orang ketiga melalui hampir semua tokoh yang ada, seperti Rahel Chu, Nicholas Young, Astrid Leong, Eleanor Young, Edison Cheng, Philip Young dan masih banyak lagi. Alur yang di gunakan juga alur alur maju-mundur yang menceritakan secara lengkap kehidupan dan latar belakang setiap tokohnya, Dengan menggunakan alur maju-mundur ini juga sangat membantu saya untuk mengingat setiap tokohnya.
Novel ini juga bisa di bilang unik karena menggunakan beberapa bahasa, seperti Bahasa Mandarin dan sedikit Bahasa Melayu. Terdapat banyak sekali catatan kaki yang menjelaskan arti dari setiap kata dari beberapa Bahasa Mandarin, kebudayaan, dan makanan-makanan tradisional. Saya sangat menikmati gaya bahasanya karena bisa di bilang kebudayaan yang ada di Singapura tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Indonesia yang membuat saya lebih gampang untuk masuk ke dalam cerita.
Konflik yang ada juga sangat seru karena bukan hanya sekedar kisah cinta yang tidak di restui orang tua, tapi juga mengungkap beberapa rahasia dari setiap tokohnya. Menurut saya hanya ada dua konflik yang menarik, yaitu konflik keluarga Astrid Leong dan terbongkarnya rahasia terbesar dalam kehidupan Rachel Chu.
Setting tempat yang di gunakan juga sangat banyak dari berbagai negara terutama negara-negara di Asia, seperti Singapura, Hong Kong, Shanghai, Malaysia, Shenzen, Pulau Samsara, Makau, New York, Paris dan Sydney. Meskipun terdapat banyak latar tempat yang di gunakan. tapi kebanyakan cerita terpusat di Singapura.
Keseluruhan cerita yang terdapat di novel ini cukup menarik, walaupun cerita kisah cinta si kaya dan si miskin sudah sering kali di angkat, akan tetapi Kevin Kwan memberikan sedikit unsur yang unik dan berbeda dalam ceritanya. Selain menghibur, novel ini juga memberikan saya pengetahuan baru mengenai kebudayaan yang terdapat di Singapura terutama masyarakat Cina. Novel yang sangat saya rekomendasikan untuk para pembaca yang menyukai cerita yang ringan dan mengocok perut, Crazy Rich Asians sangat cocok untuk di baca.

“Tidak melakukan apa-apa kadang bisa menjadi bentuk tidakan paling efektif,” komentar Sophie. “Kalau kau tidak melakukan apa-apa, kau akan mengirim pesan yang jelas: bahwa kau lebih kuat dari yang mereka pikir. Belum lagi jauh lebih berkelas. Coba pikirkan.” (hal. 252)
“Kreatif menghamburkan uang yang kudapat dengan kerja keras! Kukatakan padamu, yang disebut ‘kekayaan’ ini akan menjadi kejatuhan Asia. Setiap generasi baru menjadi lebih malas daripada yang sebelumnya. Mereka pikir mereka bisa membuat keuntungan dalam semalam hanya dengan menjual properti dan mendapatkan tip-tip terbaru di bursa saham. Hal tidak ada yang abadi, dan ketika ledakan ini berakhir, anak-anak muda ini tidak akan tahu apa yang menjatuhkan mereka.” (hal. 275)
“Apa aku telah berubah sebanyak itu dalam dua minggu terakhir? Karena aku masih merasa menjadi orang yang sama, dan apa yang kurasakan terhadapmu jelas tidak berubah. Kalaupun ada yang berubah, aku semakin mencintaimu setiap harinya, dan bahkan lebih lagi saat in.” (hal. 385)

Komentar